Prihatin Melihat Kondisi Negeri, SBY : Politik Kita Semakin Liar

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Prihatin Melihat Kondisi Negeri, SBY : Politik Kita Semakin Liar

Rabu, 04 November 2026 | November 04, 2026 WIB Last Updated 2026-11-04T08:55:05Z
BERITANEWS44.COM,JAKARTA – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), akhirnya angkat bicara menanggapi kondisi politik nasional yang belakangan diwarnai berbagai polemik. Melalui akun media sosial X miliknya, Rabu(4/11/2026), 

SBY mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi politik Indonesia yang dinilainya semakin liar.

“Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral,” tulis SBY.

SBY mengaku khawatir apabila situasi politik seperti ini terus berlangsung, masyarakat justru merasa takut dan kehilangan ketenteraman ketika hidup di negaranya sendiri. Menurutnya, perebutan 

kekuasaan tidak seharusnya menghalalkan segala cara dengan mengabaikan moralitas dan etika.

Pernyataan SBY tersebut muncul di tengah berbagai polemik yang mengguncang politik nasional, termasuk kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara yang menyeret mantan Kapolri 

Listyo Sigit Prabowo bersama dua jenderal Polri lainnya sebagai tersangka. Kasus tersebut menjadi salah satu perkara yang menyita perhatian publik karena menyangkut keamanan kepala negara dan sejumlah tokoh nasional.

SBY secara khusus menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto agar menghidupkan kembali politik yang berkeadaban. Ia 

mengingatkan bahwa menjaga moralitas dan etika dalam kehidupan politik merupakan bagian dari amanah rakyat yang harus dijalankan oleh seorang pemimpin.

“Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo 

untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban. Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat,” tulis SBY.

SBY kemudian menutup pesannya dengan doa agar Prabowo diberikan kekuatan dan tuntunan dalam menjalankan tugasnya sebagai presiden. Pernyataan tersebut 

menjadi sorotan di tengah meningkatnya kegaduhan politik nasional, yang kini 

memunculkan pertanyaan mengenai arah demokrasi, etika kekuasaan, serta rasa aman masyarakat dalam kehidupan bernegara.
×
Berita Terbaru Update