BERITANEWS44.COM,Kondisi trotoar di sepanjang Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Selasa (03/11/2026), mulai mengalami perubahan. Sejumlah bagian yang
sebelumnya digunakan untuk aktivitas berjualan kini terlihat lebih terbuka dan
lapang. Di beberapa titik, proses perbaikan trotoar juga masih berlangsung.
Penataan tersebut
mencakup sejumlah pekerjaan infrastruktur, mulai dari pengaspalan jalan hingga perbaikan fasilitas pedestrian.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pengerjaan terlihat berlangsung di beberapa titik dengan kondisi yang
berbeda. Sejumlah bagian trotoar sudah mulai tertata, sementara bagian lainnya masih dalam proses pembenahan.
Konsultan pengawas proyek dari PT Duta Wahana Engineering dan PT Wiratama Konsulindo, Mikko Adi, S.T mengatakan proyek penataan kawasan tersebut telah dimulai sejak Agustus 2026 dan dijadwalkan selesai pada Desember 2026 sesuai masa kontrak.
Ruang lingkup pekerjaan mencakup pengaspalan jalan dari titik STA 0 hingga bagian belakang Monumen Perjuangan. Selain itu, proyek juga meliputi perbaikan trotoar, kanstin, dan pemasangan paving.
“Paling gitu ruang lingkupnya yang kita kerjain sih, perbaikan trotoar, terus kanstin sama paving,” ujar Mikko, saat ditemui pada Selasa (03/11/2026).
Tidak hanya infrastruktur jalan dan trotoar, penataan kawasan juga mencakup pembenahan taman. Area tersebut direncanakan dilengkapi rumput gajah dan sejumlah tanaman untuk memperbaiki tampilan ruang terbuka di sekitar kawasan.
Mikko menjelaskan, progres pengerjaan pada beberapa bagian telah mencapai sekitar 90 persen. Pekerjaan yang masih tersisa terutama berada di jalur lambat sisi kanan, termasuk STA 0 Segmen 2.
Sementara itu, untuk area belakang Monumen Perjuangan, progres pengerjaan berada di kisaran 80 persen. Menurut Mikko, penyelesaian bagian tersebut masih menghadapi kendala ketersediaan material.
“Kalau dari 100 persen ya 90 persen lah ya, tinggal menyisakan jalur lambat yang bagian sebelah kanan ini termasuk STA 0 Segmen 2. Kalau daerah yang belakang itu kurang lebih 80-an persen karena emang terkendala dengan material,” jelasnya.
Perubahan yang dihadirkan melalui proyek ini tidak sepenuhnya mengubah kondisi kawasan sebelumnya. Mikko menyebut pekerjaan lebih berfokus pada perbaikan fasilitas yang sudah ada serta penambahan beberapa elemen pendukung.
Salah satu perubahan yang akan terlihat adalah penyediaan area pedestrian di sepanjang jalur dari depan Pertamina hingga gerbang Monumen Perjuangan. Area tersebut sebelumnya belum dilengkapi paving dan guiding block secara menyeluruh.
“Karena sebelumnya belum ada paving nih, belum ada guiding block, nah untuk sekarang nanti mulai ujung depan Pertamina sampai dengan gerbang Monumen Perjuangan sebelah sana itu akan ada area pedestrian atau trotoar,” ungkap Mikko.
Selama proses pengerjaan, aktivitas pejalan kaki dan lalu lintas tetap menjadi perhatian. Mikko menyebut pekerjaan dilakukan di bagian pinggir jalan sehingga dinilai tidak terlalu menghambat mobilitas masyarakat.
Ia menambahkan, pekerjaan pengaspalan dilakukan pada malam hari untuk mengurangi potensi gangguan terhadap arus lalu lintas. Dengan demikian, aktivitas kendaraan pada siang hari diharapkan tetap dapat berlangsung.
Di sisi lain, kondisi trotoar yang mulai terbuka juga terlihat seiring berkurangnya aktivitas pedagang di sejumlah titik sekitar Jalan Dipatiukur. Ruang yang sebelumnya
digunakan untuk berjualan kini memberikan area lebih lapang bagi pejalan kaki, meskipun pengerjaan fasilitas pedestrian belum sepenuhnya rampung.
Mikko berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal kontrak dengan tetap memperhatikan kualitas hasil pembangunan. Ia juga berharap fasilitas yang diperbaiki dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
“Harapan kami selaku konsultan pengerjaan bisa selesai tepat waktu, tepat guna, dan tepat mutu, dan nanti bisa
dirasakan perbedaannya oleh masyarakat, khususnya di ruang lingkup Gedung Sate, Gasibu sampai dengan Monumen Perjuangan,” pungkasnya.
Dengan target penyelesaian pada Desember 2026, penataan kawasan ini diharapkan dapat menghadirkan fasilitas jalan dan pedestrian yang lebih nyaman serta mendukung aktivitas masyarakat di sekitarnya.