Ancaman bencana hidrometeorologi mengintai bandung

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ancaman bencana hidrometeorologi mengintai bandung

Sabtu, 31 Oktober 2026 | Oktober 31, 2026 WIB Last Updated 2026-10-31T07:35:10Z
BERITANEWS44.COM,Menghadapi potensi cuaca ekstrem pada musim hujan, wilayah Bandung Raya meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap ancaman bencana 

hidrometeorologi, mulai dari banjir 
banjir bandang, hingga tanah longsor.

Upaya mitigasi difokuskan pada kesiapsiagaan lintas sektor di wilayah Kota Bandung serta perlindungan kawasan konservasi di Kabupaten Bandung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) beserta seluruh camat di tujuh kecamatan rawan bencana — membentang dari wilayah Cibiru hingga Cidadap — untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kawasan Bandung Utara menjadi perhatian khusus karena kerap diterjang longsor saat musim hujan tiba.

Selain wilayah utara, pemetaan kerawanan tinggi juga mencakup kawasan 

Cihampelas (depan Hotel Grand Tjokro) serta koridor Sungai Citepus hingga Pagarsih di wilayah barat.

Sementara itu, pemantauan intensif di pusat kota diarahkan ke lintasan Sungai Cikapundung guna mengantisipasi ancaman flash flood (banjir bandang).

Pemkot Bandung turut mengerahkan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk memperkuat pengawasan saluran drainase dan kapasitas aliran sungai.

Sementara itu di wilayah Kabupaten Bandung, ancaman tanah longsor membayangi kawasan pegunungan Pangalengan dan Ciwidey.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengingatkan masyarakat agar tidak 

menebang perkebunan teh yang berfungsi penting sebagai vegetasi konservasi pengikat tanah di lereng gunung.

KDM menyoroti maraknya alih fungsi kebun teh menjadi perkebunan sayur yang dinilai merusak keseimbangan ekosistem dan mengikis daya dukung lingkungan.

"Kalau kebun teh terus ditebangin, diganti dengan perkebunan sayur, nanti longsor. Bandung itu lereng gunung," tegas KDM.

Ia menekankan bahwa penegasannya murni berfokus pada keselamatan 

lingkungan serta pencegahan bencana, sekaligus mengimbau warga agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mengejar keuntungan ekonomi semata tanpa memikirkan risiko bencana jangka panjang.


×
Berita Terbaru Update