BERITANEWS44.COM,Kenaikan harga tepung tapioka atau aci mulai membebani pelaku usaha kuliner berbasis olahan singkong di Bandung Raya. Harga yang sebelumnya berkisar Rp11.500 per kilogram kini mencapai
Rp18.000, bahkan menyentuh Rp20.000 di sejumlah tempat.
Kondisi tersebut turut dirasakan Salman, pedagang aci telor (cilor) di Banjaran, Kabupaten Bandung. Ia mengaku kenaikan harga berlangsung bertahap dan hingga kini belum menunjukkan kestabilan.
Salman mengatakan, kenaikan harga tersebut tidak diimbangi dengan kualitas tepung yang lebih baik. Sementara itu, ia tidak bisa serta-merta menaikkan harga jual cilor yang selama ini dipatok Rp5.000 per porsi.
Untuk menyiasatinya, ia terpaksa memperkecil ukuran produk agar tetap bisa berjualan tanpa membebani konsumen dengan kenaikan harga.
Kenaikan harga aci juga membuat biaya operasional Salman semakin besar.
Dalam sehari, ia biasanya membutuhkan sekitar tiga hingga empat kilogram tepung tapioka, bergantung pada tingkat
penjualan. Dengan harga bahan baku yang terus meningkat, keuntungan yang diperoleh pedagang kecil seperti dirinya semakin tertekan.
Salman berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan baku, khususnya tepung tapioka.
Sebab, kenaikan harga komoditas tersebut tidak hanya berdampak pada pedagang bahan pangan, tetapi juga pelaku UMKM
kuliner yang menjadikan aci sebagai bahan utama produknya. Jika kondisi ini terus berlanjut, pedagang kecil berisiko semakin terbebani dalam mempertahankan usahanya.