BERITANEWS44.COM,Pasar Cijerah Cerah di Kota Bandung kini tampil dengan suasana yang jauh lebih bersih, rapi, dan nyaman setelah merampungkan proses revitalisasi yang berlangsung selama 7 hingga 8 bulan.
Pasar yang dahulunya identik dengan tumpukan sampah serta penataan yang kurang teratur ini bertransformasi menjadi ruang perdagangan yang representatif dan tertata bagi masyarakat.
Peremajaan kawasan perdagangan ini merupakan buah kolaborasi antara Perumda Pasar Juara Kota Bandung bersama PT Mitra Karya Prospekta.
Seluruh proses pembangunan berjalan kondusif berkat dukungan penuh dari para pedagang dan unsur kewilayahan setempat.
Pasar Tradisional Pertama di Bandung yang Lulus Standar SNI
Kepala Pasar Cijerah Cerah, Denny Arifin, menjelaskan bahwa pembenahan tidak hanya menyasar estetika bangunan, tetapi juga standar mutu layanan dan keselamatan.
Setelah melalui proses audit ketat oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN), Pasar Cijerah Cerah resmi menjadi pasar tradisional pertama di Kota Bandung yang dinyatakan lulus Standar Nasional Indonesia (SNI).
Perubahan signifikan terlihat pada penataan tempat berdagang dan fasilitas umum.
Pasar kini dilengkapi dengan fasilitas toilet yang lebih representatif, ruang laktasi, sistem kebersihan dan keamanan, serta area parkir kendaraan roda dua dan roda empat yang jauh lebih teratur.
Inovasi Pengolahan Sampah Organik Mandiri Lewat Magotisasi
Salah satu pembenahan krusial terletak pada tata kelola lingkungan. Pengelola pasar mulai mengembangkan sistem pengolahan sampah organik secara mandiri memanfaatkan budidaya maggot atau larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly).
Dalam tahap pengembangannya saat ini, sekitar satu kuintal sampah organik diolah tiap periodenya dengan hasil budidaya mencapai kurang lebih 12 kilogram maggot per minggu.
Hasil panen maggot tersebut disalurkan sebagai pakan ikan untuk kolam-kolam di wilayah sekitar pasar, sehingga mampu menekan tumpukan sampah organik secara efektif.