Jalan Diponegoro ditutup hingga 2027, ini dampaknya bagi pengendara di Bandung

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jalan Diponegoro ditutup hingga 2027, ini dampaknya bagi pengendara di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 | Oktober 28, 2026 WIB Last Updated 2026-10-28T05:48:16Z
BERITANEWS44.COM,Penutupan Jalan Diponegoro di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (26/10/2026) membuat pengendara perlu menyesuaikan rute perjalanan.

Pengalihan arus tersebut dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan Gedung Sate–Gasibu yang tengah berlangsung.

Kendaraan yang sebelumnya dapat melintas di Jalan Diponegoro kini dialihkan melalui jalur alternatif, salah satunya Jalan Sentot Alibasyah. Perubahan ini menjadi bagian dari rekayasa lalu lintas selama proses pembangunan kawasan.

Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat, Therry, mengatakan penutupan Jalan Diponegoro berkaitan dengan pembangunan kawasan yang nantinya mengintegrasikan Gedung Sate dan Gasibu.

Menurut Therry, kedua kawasan tersebut direncanakan menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan wisatawan. Proses penataan kawasan diperkirakan berlangsung hingga awal 2027.

Therry menyampaikan bahwa arus lalu lintas di sekitar lokasi sejauh ini masih terpantau berjalan lancar. Ia juga menilai pengguna jalan mulai terbiasa dengan perubahan rute yang diterapkan.

“Untuk saat ini masyarakat sudah mulai terbiasa untuk jalan ini,” ujar Therry saat ditemui di sekitar lokasi pembangunan, Senin (26/10/2026).

Perubahan rute turut dirasakan oleh pengguna jalan yang sebelumnya terbiasa melintasi Jalan Diponegoro.

Nur, 22 tahun, mengatakan dirinya harus memutar untuk mencapai tujuan setelah jalan tersebut ditutup.

“Kalau biasanya tinggal lurus, sekarang jalannya harus muter jauh,” kata Nur.

Ia memperkirakan perjalanan yang sebelumnya dapat ditempuh kurang dari satu menit dengan sepeda motor kini membutuhkan sekitar tiga hingga lima menit. Meski demikian, ia menilai informasi mengenai pengalihan jalan sudah cukup jelas.

Sementara itu, Rafi, 24 tahun, mengatakan penutupan tersebut membuat rute perjalanannya sedikit berubah. Ia juga merasakan kepadatan di jalan alternatif, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.

Rafi menilai penataan kawasan dapat memberikan manfaat apabila fasilitas yang dibangun menjadi lebih baik. Namun, ia berharap informasi mengenai jalur alternatif dan perkiraan penyelesaian pembangunan dapat disampaikan dengan lebih jelas kepada masyarakat.

Penataan kawasan Gedung Sate–Gasibu diharapkan dapat menghadirkan kedua kawasan sebagai ruang publik. Selama proses pembangunan berlangsung, pengguna jalan perlu mengikuti pengalihan arus yang diterapkan dan menyesuaikan rute perjalanan.


×
Berita Terbaru Update