Ironi..! Aksi Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks tapi Bawa Mahasiswa Gadungan dan Bayaran

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ironi..! Aksi Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks tapi Bawa Mahasiswa Gadungan dan Bayaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | Oktober 31, 2026 WIB Last Updated 2026-10-31T03:36:14Z

BERITANEWS44.COM,Ironi mewarnai Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), 

Jakarta. Di tengah pesan melawan hoaks dan provokasi yang disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, acara tersebut justru diwarnai 

kehadiran peserta yang mengaku bukan mahasiswa dan menerima bayaran untuk mengikuti kegiatan.

Peristiwa ini mencuat setelah video seorang pria mengenakan jas almamater Universitas Dian Nusantara (Undira) viral 

di media sosial. Pria bernama Bayu Setiadi alias Dino itu terlihat kebingungan ketika ditanya mengenai identitas kampusnya. Bahkan, ia sempat menyebut nama kampus yang berbeda dari almamater yang dikenakannya.

Belakangan, melalui video klarifikasi yang diunggah organisasi mahasiswa Undira, Dino mengakui bahwa dirinya bukan mahasiswa kampus tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa kehadirannya 

dalam deklarasi pada Kamis (29/10/2026) berdasarkan undangan sebuah komunitas dan mendapatkan bayaran. Ia mengaku almamater yang dikenakannya diberikan oleh pihak lain tanpa mengetahui asal-usulnya.

Ironisnya, dalam kegiatan tersebut Raffi Ahmad justru mengajak generasi muda melawan hoaks, ujaran kebencian, dan 

provokasi di media sosial. “Kalau di zaman dulu mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi,” kata Raffi saat menghadiri deklarasi tersebut.

Setelah polemik mencuat, Raffi akhirnya memberikan klarifikasi. Ia menegaskan kehadirannya hanya sebagai undangan yang informasinya baru diterima pada malam sebelum acara. Raffi juga 

membantah terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan kegiatan serta 

mengaku tidak mengetahui secara detail pihak-pihak yang hadir. Ia menyatakan tetap menghormati mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dan meminta masyarakat memastikan kebenaran informasi sebelum mengambil kesimpulan.
×
Berita Terbaru Update