BERITANEWS44.COM,Ironi mewarnai Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI),
Jakarta. Di tengah pesan melawan hoaks dan provokasi yang disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, acara tersebut justru diwarnai
kehadiran peserta yang mengaku bukan mahasiswa dan menerima bayaran untuk mengikuti kegiatan.
Peristiwa ini mencuat setelah video seorang pria mengenakan jas almamater Universitas Dian Nusantara (Undira) viral
di media sosial. Pria bernama Bayu Setiadi alias Dino itu terlihat kebingungan ketika ditanya mengenai identitas kampusnya. Bahkan, ia sempat menyebut nama kampus yang berbeda dari almamater yang dikenakannya.
Belakangan, melalui video klarifikasi yang diunggah organisasi mahasiswa Undira, Dino mengakui bahwa dirinya bukan mahasiswa kampus tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa kehadirannya
dalam deklarasi pada Kamis (29/10/2026) berdasarkan undangan sebuah komunitas dan mendapatkan bayaran. Ia mengaku almamater yang dikenakannya diberikan oleh pihak lain tanpa mengetahui asal-usulnya.
Ironisnya, dalam kegiatan tersebut Raffi Ahmad justru mengajak generasi muda melawan hoaks, ujaran kebencian, dan
provokasi di media sosial. “Kalau di zaman dulu mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi,” kata Raffi saat menghadiri deklarasi tersebut.
Setelah polemik mencuat, Raffi akhirnya memberikan klarifikasi. Ia menegaskan kehadirannya hanya sebagai undangan yang informasinya baru diterima pada malam sebelum acara. Raffi juga
membantah terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan kegiatan serta
mengaku tidak mengetahui secara detail pihak-pihak yang hadir. Ia menyatakan tetap menghormati mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dan meminta masyarakat memastikan kebenaran informasi sebelum mengambil kesimpulan.