BERITANEWS44.COM,PEKALONGAN – Sebuah papan informasi proyek pengaspalan jalan di Desa Pungangan, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi sorotan setelah viral di media sosial. Bukan karena besarnya anggaran,
melainkan justru karena kecilnya alokasi dana untuk pembangunan infrastruktur jalan di desa tersebut.
Dalam papan proyek yang beredar, Pemerintah Desa Pungangan
mencantumkan anggaran sebesar Rp20 juta untuk kegiatan pengaspalan jalan menggunakan metode Burda Sandsheet di Dukuh Kopeng. Adapun volume pekerjaan hanya sepanjang 25 meter dengan lebar 3 meter.
Anggaran tersebut bersumber dari Dana Desa Tahap II Tahun Anggaran 2026. Informasi ini kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan anggaran desa dalam memenuhi
kebutuhan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan yang menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat.
Dengan alokasi Rp20 juta untuk satu kegiatan pengaspalan, muncul pertanyaan apakah pembangunan infrastruktur desa saat ini semakin terbatas oleh
kemampuan keuangan desa? Padahal, kebutuhan perbaikan jalan di berbagai wilayah pedesaan masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius.
Meski demikian, papan proyek tersebut hanya menunjukkan anggaran untuk satu kegiatan, bukan keseluruhan anggaran infrastruktur Desa Pungangan. Belum
diketahui berapa total alokasi Dana Desa untuk pembangunan infrastruktur sepanjang 2026 maupun bagaimana pembagian anggarannya.
Publik kini menanti penjelasan pemerintah desa mengenai prioritas dan alokasi anggaran pembangunan. Sebab,
pembangunan infrastruktur merupakan salah satu kebutuhan penting masyarakat desa yang dampaknya langsung dirasakan dalam aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas sehari-hari.