BERITANEWS44.MY.ID,Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong pembenahan transportasi publik melalui pengembangan sistem integrasi angkutan kota (angkot).
Program yang dikembangkan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mulai diuji coba untuk menghadirkan layanan angkot yang lebih mudah diakses, aman, dan terintegrasi dengan transportasi massal.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, program ini memiliki dua tujuan utama, yakni menjadikan angkot sebagai transportasi pengumpan (feeder) dan memberikan alternatif transportasi yang lebih mudah bagi anak-anak,
khususnya pelajar yang hendak berangkat ke sekolah melalui program prioritas Angkot to School.
Meski demikian, Farhan menilai sistem yang sedang diuji coba tersebut masih membutuhkan sejumlah penyempurnaan.
Salah satu persoalan mendasar yang harus diselesaikan adalah perubahan model bisnis angkot agar tidak lagi bergantung pada sistem setoran harian pengemudi.
Menurutnya, sistem setoran membuat pengemudi angkot cenderung mengejar penumpang demi memenuhi target pendapatan.
Ke depan, ia menginginkan model pengelolaan yang lebih baik melalui penggajian sopir sehingga pengemudi tidak perlu lagi bersaing mendapatkan penumpang di jalan.
“Bisnis model yang ideal adalah sopir angkotnya tidak mengejar setoran. Sopir angkotnya harus kita gaji. Ini yang kelihatannya masih belum ditemukan,” kata Farhan dilansir dari Bandung.go.id, Sabtu, 7 November 2026.
Farhan menjelaskan, pengembangan sistem integrasi angkot bersama ITB saat ini masih berada dalam tahap beta atau eksperimen.
Pemkot Bandung sengaja menjalankan uji coba lebih awal untuk mengetahui
berbagai kekurangan dan persoalan yang muncul agar proses evaluasi serta penyempurnaan tidak menghambat
rencana pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung.
“Jangan sampai BRT sudah jadi dan beroperasi, tetapi sistem ini masih percobaan. Mumpung BRT belum
operasional kita manfaatkan waktu untuk memperbaiki sistemnya,” jelasnya.