BERITANEWS44.COM,Pemerintah Singapura melalui Kementerian Energi, Perdagangan, dan Industri (METI) membantah keras
tudingan Menko Bahlil Lahadalia terkait dugaan penjualan kembali LNG asal Indonesia ke negara lain (31/10/2026). METI menegaskan kargo LNG diperdagangkan secara global tanpa melewati Singapura secara fisik.
“Meskipun perusahaan perdagangan yang berbasis di Singapura mengambil keputusan komersial terkait kargo tersebut, kargo LNG umumnya
dikirim langsung dari negara asal ke negara tujuan tanpa secara fisik melewati Singapura. Gas alam yang diimpor dari Indonesia melalui pipa adalah untuk penggunaan domestik dan bukan untuk ekspor.”
Tudingan resale muncul usai Indonesia memangkas ekspor gas sebesar 31 juta kaki kubik standar per hari terdiri dari 15 juta kaki kubik dari Natuna dan 16 juta kaki kubik dari Sumatra demi
mengamankan kebutuhan dalam negeri. Bahlil menduga sebagian dari 148 kargo LNG Indonesia diperdagangkan kembali oleh Singapura. Namun, Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) menyebut pemotongan itu tidak signifikan karena mencakup kurang dari 2 persen kebutuhan harian mereka.
Di tengah polemik pasokan gas ini, sejumlah pejabat Indonesia berupaya
meredam ketegangan diplomatik. Menteri Investasi Rosan Roeslani dan Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan komitmen investasi kedua negara tetap solid. Luhut juga mengimbau agar isu ini tidak memicu konflik.
“Mengapa kita harus bertengkar dengan Singapura? Tidak ada alasan untuk itu.”
Guna menjaga stabilitas hubungan bilateral, Indonesia dan Singapura sepakat membentuk satuan tugas bersama penanganan bencana kabut asap usai kunjungan Menlu Singapura Vivian
Balakrishnan. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid turut mengingatkan semua pihak agar menahan diri serta melindungi infrastruktur kabel bawah laut demi kepentingan konektivitas global.