Pagi di bandung terasa panas menyengat? Ini penjelasan resmi BMKG

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pagi di bandung terasa panas menyengat? Ini penjelasan resmi BMKG

Jumat, 23 Oktober 2026 | Oktober 23, 2026 WIB Last Updated 2026-10-23T02:22:06Z
BERITANEWS44.COM,Masyarakat Kota Bandung dan sekitarnya akhir-akhir ini mengeluhkan perubahan suhu udara yang terasa jauh lebih terik dan menyengat dari biasanya, bahkan sejak pagi hari.

Wilayah yang dikenal dengan udaranya yang sejuk ini mendadak terasa pengap, panas, dan membuat tubuh mudah berkeringat yang sulit menguap, kondisi yang sering diungkapkan warga lokal sebagai fenomena hareudang.

Kenaikan suhu udara yang terbilang ekstrem ini memicu beragam pertanyaan publik. Menjawab fenomena tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung memberikan penjelasan resmi mengenai faktor teknis dan klimatologis yang menjadi pemicu utamanya.

Prakirawan BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Iid Mujtahiddin, menyampaikan data hasil pencatatan suhu udara terkini di wilayah Bandung.

"Suhu tertinggi selama bulan Oktober tercatat di Stasiun Geofisika di 35 derajat celsius. Hal ini karena posisi gerak semu matahari yang berada di sekitar wilayah selatan ekuator atau di atas wilayah Jawa Barat, selain itu sedikitnya tutupan awan sehingga panas radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi tidak terhalang apapun," bebernya.

Berdasarkan paparan resmi BMKG, terdapat beberapa pemicu utama yang menyebabkan cuaca di Bandung terasa sangat terik dan pengap:

1. Posisi Semu Matahari Berada Tepat di Atas Pulau Jawa

Pada bulan Oktober, posisi gerak semu matahari sedang melintas tepat di sekitar wilayah selatan ekuator, atau berada di atas wilayah Jawa Barat dan Pulau Jawa.

Kondisi ini diibaratkan seperti lampu sorot yang menyinari langsung dari atas tanpa halangan, sehingga panas radiasi matahari yang sampai ke wilayah Bandung berada pada titik paling maksimal.

2. Minimnya Tutupan Awan

Selain perlintasan posisi matahari, kondisi cuaca pada siang hari juga ditandai dengan sedikitnya tutupan awan di langit.

Tanpa adanya lapisan awan yang memadai, panas radiasi sinar matahari menyorot langsung ke permukaan bumi tanpa ada penghalang sama sekali.

3. Memasuki Fase Pancaroba dan Tingginya Kelembapan Udara

Kondisi udara yang menyengat makin terasa tidak nyaman karena wilayah ini sedang berada dalam masa peralihan menuju musim hujan atau fase pancaroba.

Meskipun awan di siang hari masih sedikit sehingga terik matahari memancar langsung, di saat bersamaan kandungan uap air di dalam udara sudah mulai melimpah.

Udara yang lembap akibat tingginya uap air ini menghambat proses penguapan keringat dari kulit tubuh manusia.

Karena keringat di tubuh menjadi susah menguap, timbul sensasi badan yang terasa sangat pengap, lengket, dan hareudang.

Perpaduan antara radiasi matahari maksimal dan kelembapan uap air pancaroba inilah yang melatarbelakangi cuaca Bandung terasa begitu panas menyengat sepanjang Oktober.



×
Berita Terbaru Update