BERITANEWS44.COM,Pemerintah Kota Bandung bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes)
bersinergi membangun fasilitas kesehatan anyar bernama Central Medical Unit (CMU) di kawasan Ujungberung, Kota Bandung.
Langkah strategis ini dirancang untuk memperkuat kapasitas layanan kegawatdaruratan serta penanganan pasien dalam kondisi kritis.
Fasilitas medis modern ini ditargetkan mulai terealisasi pada tahun 2028 mendatang. Penambahan infrastruktur kesehatan ini diproyeksikan mampu menangani sekitar 100 pasien kritis
secara bersamaan apabila seluruh unit layanan telah beroperasi pada kapasitas penuh.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan pembangunan CMU merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah guna memperluas akses pelayanan kesehatan berkualitas bagi warga masyarakat.
Lokasi pembangunan CMU direncanakan berada di atas lahan baru yang masih menjadi bagian dari area pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ujungberung.
Dalam hal pembagian peran, Pemerintah Kota Bandung saat ini sedang menjajaki ketersediaan lahan yang sesuai.
Sementara itu, seluruh dukungan anggaran fisik bangunan dipastikan berasal langsung dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan.
"Bangunannya baru. Jadi lahannya baru, tetapi masih masuk dalam RSUD. Ini di luar anggaran yang sudah kita tetapkan sekarang sebagaimana ditetapkan dalam Perda untuk multiyears. Ini dari
Kementerian Kesehatan langsung, untuk masyarakat Kota Bandung," ujar Farhan.
Skema pendanaan dari Kemenkes tersebut menegaskan proyek pembangunan infrastruktur kesehatan ini tidak
membebankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung yang sudah teralokasi dalam Peraturan Daerah (Perda) multiyears.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, menjelaskan bahwa CMU Ujungberung akan difokuskan sebagai pusat ruang tindakan dan pelayanan kegawatdaruratan.
Oleh karena itu, unit medis ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas kesehatan intensif secara komprehensif.
Beberapa fasilitas utama yang bakal tersedia di CMU antara lain Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), serta Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Selain itu, gedung ini juga menyediakan layanan hemodialisis, ruang operasi, dan kamar bersalin.
Dengan tersedianya ragam fasilitas tindakan intensif tersebut, kemampuan Kota Bandung dalam menangani pasien berisiko tinggi dipastikan meningkat. Kehadiran CMU diharapkan mampu
memangkas kebutuhan rujukan pasien ke rumah sakit lain.
Selain proyek CMU di Ujungberung, kerja sama antara Pemkot Bandung dan Kemenkes juga mencakup rencana penguatan serta pengembangan Rumah Sakit Mata Cicendo.
Rumah sakit spesialis tersebut selama ini memegang peran strategis sebagai pusat rujukan pelayanan kesehatan mata sekaligus pusat pendidikan medis.
Rencana penguatan RS Mata Cicendo akan mengusung skema kerja sama pemanfaatan lahan dengan Pemkot
Bandung, sedangkan seluruh pembiayaan fasilitas diusulkan ditanggung sepenuhnya oleh Kementerian Kesehatan.